Tampilkan postingan dengan label Lovely ♥ Awesome PERSONs. Tampilkan semua postingan

a little thing called 'family' -just 138-


.


1 3 8
Dulu aku kira ‘keluarga’ itu mesti sedarah, mesti ada bukti tercatat resmi di KK, mesti yang tinggal serumah dari kecil sampe gede, dan sejenisnya lah (?)

Tapi ternyata aku menemukan ‘keluarga baru’ dengan cara dan kesan yang berbeda. Yaa..mereka tlah ku sebut keluarga. Keluarga baru yang aku temukan selama di kawah candradimuka ku di Semarang, mereka 138
 
rumah kita -138-

Dulu aku tak menyangka akan tinggal begitu lama dan merasa nyaman dengan mereka. Sebelum memutuskan tinggal disana, aku pernah tinggal di 2 kost yang bisa dibilang jauh lebih bagus dari ini…
tapi aku sadar ternyata sebagus dan semahal apapun itu tak lebih berharga dibandingkan ‘kenyamanan hati’ dan ‘kehangatan keluarga’ meski sederhana…



hari wisuda ku, Nun & Riris
w/ Mak'e, Mbak Antin, Mbak Iput, Mbak Nia, Ayuk, Jenny
Mereka bisa menjadi sahabat bahkan kakak-adek ku...
Saat aku kesal, badmood, sedih, dan susah pun pastilah mereka yang pertama kena…Tapi mereka selalu punya cara ‘menghadapi’ ku…
Saat aku seneng pun adanya mereka membuat jauh lebih bahagia…
Mungkin itu yang kami sebut “BERBAGI”,
Mungkin itu yang kami cari selama ini, di tanah rantau ini, “KELUARGA”
Ah, ada saja memori dan seribu kesan ditempat itu… ^_^
Kami hampir tau semua tiap detail kebiasaan masing-masing,
Ingatkah kalian??
Saat nonton TV sambil makan & ngobrol bareng diruang tengah, eh tikus-tikus pun IRI sampe wira-wiri terus…, pas bulan puasa keluar jam.03.00 beli saur ngantuk-ngantuk jalan kaki bareng, pas hujan kamar mesti bocor, pas pada seru main badminton di depan kos, pas pada asyik main pokeran, pas nyuci di belakang sambil curi-curi curhat, pas saling jaga kalo ada yang sakit, pas tidur bareng rebutan oksigen, pas jalan-jalan bareng, ejek-ejekan…dan masih banyak lagiiii lah…
take her out! Hehee #tebak-tebak-remang-remang
bela-belain masak & danus jamur crispy demi bisa jalan-jalan se-kosan
seperjuangan niiiihhh
belum pada mandi, pagi2 ke Pantai Maron









Mbak Nia, Mbak Dinny, Mbak Dyah, Nun, Jenny, Ayuk, Riris, Riah, Ria
Kalian adalah warna di 138 ku :)
Bersama kalian, aku adalah aku dengan apa adanya aku...
138 memang tak selamanya kita singgahi, karna pada tiap-tiap 'waktunya' kita harus pergi mengejar mimpi dan membangun keluarga-keluarga baru lagi..
Terimakasih untuk sejuta rasa, seribu cerita & kenangan, ratusan pelajaran, bahkan puluhan foto yang tercetak disana…Hehee :D


Farewell moment
Sampai jumpa di hari yang lebih MULIA nanti
Suatu saat aku yakin kita akan bertemu dengan izin-Nya…entah dengan alur cerita yang bagaimana lagi….apapun itu, ku yakin semua akan indah se-indah rencana ALLAH untuk kita….. ^_^
 

Mushaf Sahabat ku...


.



Mushaf Aisyah sahabat ku, Putry :)

Pagi ini, aku baru saja selesai sholat Dhuha. Usai mengaji, tiba-tiba ku pandangi dengan lekat sebuah mushaf kecil ditangan kanan ku ini. Aku pun tersenyum, guratan senyum yang membawa memori ku melaju ke 5 tahun yang lalu itu :)
Iya…mushaf ini adalah sebuah kenang-kenangan dari sahabat ku. Sahabat yang aku kenal 5 tahun yang lalu. Saat itu, kami masih berstatus antara siswi SMA dan calon mahasiswi, kami beruntung ditakdirkan Allah diterima di Keperawatan UNDIP dengan jalur PSSB. Dari sinilah semua dimulai, dia orang pertama dan orang jauh yang ku kenal di dunia baru ku itu. Rupanya tak hanya itu, Allah pun memiliki rencana lebih dengan mendekatkan hati kami menjadi ikatan sahabat. Terlalu banyak waktu, cerita dan kenangan yang kami lukis disana. Sampai akhirnya waktu perpisahan pun tiba, bagaimana bisa Kau dekatkan kami lalu Kau jauhkan kami lagi Yaa Rabb?
Tapi itulah hidup, Allah bisa saja menghadirkan bahkan menghilangkan siapa saja dalam kisah makhluk Nya, tapi Allah juga menyediakan kita hati dan memori untuk menyimpannya baik-baik.
Dan waktunya tiba juga, aku harus meninggalkan kota Semarang. Dia pun memaksa untuk mengantar ku ke stasiun, walaupun aku takut jika nantinya air mata ku tumpah juga. Dan dia pun memberi pembuka sekaligus penutup yang manis di kota ini. Sebelum berangkat ke stasiun dia memberikan mushaf ini. Subhanallah…rasanya luar biasa terharu menerimanya. Setau ku, ini bukan mushaf sembarangan baginya, mushaf ini begitu berharga baginya, ini adalah mushaf yang selama ini dia pakai mengaji dan dia bawa kemana-mana saat diundang Tilawah. Mushaf ini juga yang menemani perjuangannya saat mengikuti lomba-lomba MTQ dan menjadi saksi kemenangannya. Bersama mushaf ini juga dia mencetak sejarahnya. Lalu sekarang, mushaf ini ada ditangan ku? Diwariskan pada ku, dan menjadi milik ku? MasyaAllah…
Terimakasih sahabat ku,
terimakasih tlah menjadi sahabat terbaik ku dengan segala apa adanya aku,
terimakasih untuk setiap cerita yang terurai dan kenangan yang terukir bersama,
terimakasih untuk segalanya…
Kelak, aku ingin memberikan mushaf kecil ini pada putra/putri ku…semoga mujahid-mujahidah kecil ku hatinya selalu terpaut pada Al-Qur’an…bisa menjadi Qori dan Qori’ah hebat seperti mu…meneladani akhlaq baik mu…
Semoga didunia Nya, tak peduli ribuan kilo jarak, hati kita selalu terpaut dan ukhuwah kita selalu terjaga karna Allah.

Dan semoga di akhirat Nya, kita bisa kembali bertemu dan berkumpul di Jannah Nya. Bi’idznillah…Aamiin
Ukhibbu fillah wa lillahPutry Khusnul Khatimah ^_^

a lil one called "bestie" :)


.



Tiba-tiba ku buka sebuah file di PC ku, sebuah file yang ku kumpulkan selama 5 tahun masa kuliah ku, sebuah file yang tak hanya tersimpan ratusan gambar tapi juga tersimpan ribuan kenangan yang terwakili. Aku pun tersenyum, “ah ternyata wajah-wajah ini banyak berubah” pikir ku. Ada banyak pasang wajah disana. Then, I realize what an awesome life I have and how lucky I am of having all of them in my life. Aku pun tersadarkan oleh sebuah pertanyaan “Siapa orang yang paling sering ada di setiap moment ku?”, atau “Siapa orang yang membuat ku mampu berubah lebih baik seperti sekarang ini?”, dll…
Lagi, dan lagi aku pun tersenyum saat terpikirkan satu kata “SAHABAT”. Ya, sahabat lah yang menjadikan ku seperti sekarang ini. Dengan dia, aku adalah aku dengan apa adanya aku. Aku tak malu menangis di depannya, aku tak segan mengeluhkan banyak hal, aku bahkan tak jarang menampakkan sisi lemah ku. Saat momen bahagia ku, mungkin akan banyak orang disekeliling ku, tapi saat aku ‘terjatuh dan tertatih’, siapa yang mengulurkan tangannya untuk ku? Siapa yang siap sedia meluangkan waktunya untuk ku, untuk sekedar mendengar keluh-kesah ku? Tentu saja, dia, sahabat ku.
masa-masa kuliah
Ah, ada rasa rindu terselip saat memandangi tiap pasang wajah itu. Ya, aku rindu pada sahabat ku yang satu itu. Sahabat yang ku kenal 5 tahun yang lalu, di kota yang masih amat asing bagi ku. Sahabat yang ada dibalik pencapaian ku ini. Sahabat yang bersama ku mengukir mimpi. Sahabat yang saat aku punya masalah, dialah orang pertama yang terlintas dipikiran ku untuk berbagi. Dia, sahabat ku, Rizka.
Entah ini suatu kebetulan atau tidak, daftar absensi ku dan Rizka berurutan, yaa ini tentu saja soal abjad. Tapi aku percaya, bukan suatu kebetulan kalaulah kemudian Allah dekatkan kami. Terlalu banyak paragraph kalau aku tuliskan semua cerita dan kenangan ku dengan Rizka. Dan pasti begitu banyak alasan juga kenapa aku nyaman dengannya hingga ku temukan makna persahabatan itu.
Rizka…
Aku kagum pada perangainya, ia sebenarnya punya banyak hal ‘lebih’, tapi dia memilih sederhana.
Aku kagum pada cara pikirnya, aku sering sekali dibuatnya tersadar dengan kata-kata bijaknya yang menyejukkan.


Aku kagum pada semangatnya, pada kesetiaannya, dan segala yang ada padanya.
Dia jarang sekali mengeluh, meski aku sangat bersedia mendengarkan tiap deret keluh-kesahnya…tapi dia selalu tampak tegar, meski aku tau tak selamanya ia ‘kuat’,…
Yaaa, dia sahabat ku ^_^
having holiday fun in Trans Studio Bandung :D
Friend are friend forever!
Sahabat adalah orang yang menghampiri kehidupan kita ketika seluruh dunia menjauh. Karena persahabatan itu seperti tangan dan mata. Saat tangan terluka, mata menangis, dan saat mata menangis, tanganlah yang bersedia untuk menghapusnya. Dan tali persahabatan yang terjalin akan seperti kedua mata kita. Mereka bergerak berbarengan, berkedip bersamaan, mengeluarkan air mata disaat yang sama, melihat pemandangan apapun dari sudut pandang yang sama, akan tetapi mereka tidak akan pernah bisa 'berkaca' satu sama lain. Namun, mereka akan tetap 'berpegangan' dan berharap persahabatan diantara kita akan seperti kedua pasang mata, dan juga sahabat yang ada untuk kita seperti tangan dan mata.

Rizkaaaaa……, "You will always be a part of my life, Ka. Whether we live near each other or far apart, I am here for you to share everything. No matter what.."

Ukhibbu fillah wa lillah “ Rizka Yulianti Rahayu