Tampilkan postingan dengan label My Best Moment. Tampilkan semua postingan

.23.


.




Now, I’m 23 years old
lilinnya salah, harusnya 23 :) hehe
Tak banyak kata yang bisa ku jelaskan begitu sampai di usia ini,
Jutaan syukur,  itu PASTI.
Dulu, aku pernah mengira tak akan sampai di usia ini, tentu saja ini karna satu alasan kala itu yang tak bisa ku uraikan disini. Ah sudahlah…biar itu semua menjadi lembaran rahasia ku dengan NYA…

14 Januari, 23 tahun yang lalu di waktu Subuh, Ibu tengah melewati perjuangan agungnya…
sekarang, tepat 14 Januari 2014, bertambahlah usia ku di dunia…
dan hari ini juga bertepatan dengan lahirnya Sang manusia paling sempurna, manusia yang selalu ku teladani dan ku rindukan meski belum pernah bersua sekalipun dengan nya…
12 Rabbiul Awal – Maulid Nabi Muhammad SAW-
rasanya beruntung dan bahagia bisa mensyukuri hari ini dengan hari bersejarah itu… Subhanallah
dan disinilah lembaran demi lembaran baru ku akan dimulai :) Bismillah…

Aku pernah membaca hasil penelitian terbaru, katanya manusia hanya akan merasakan bahagia 2 kali seumur hidup yaitu di umur 23 tahun dan 69 tahun.
Meski kini usia ku 23 tahun, aku tak setuju dengan itu.
Menurut ku, setiap hari adalah baik. Setiap waktu yang Allah berikan adalah anugerah sekaligus amanah. Jadi, bahagia atau tidak hidup kita adalah tentang bagaimana kita melukiskan cerita dan kebaikan-kebaikan didalamnya.
Dan bersyukur adalah kuncinya.
Sampai di usia ini, aku bersyukur memiliki banyak orang yang berharga yang selalu menguatkan ku.
Mereka adalah Cemara ku (Ibu, Paph, Mbak Ayu-Mas Dody, Icha, Cilla), saudara2 dan sahabat2 ku…
Dengan adanya mereka, lembaran kertas ku yang lalu pun terasa sempurna :)
Aku tak pernah tau apa yang akan terkisah dalam tiap lembaran itu, bahkan berapa lembar kisah itu kan terurai pun bukan kuasa ku,.. 

Pun meski aku ibarat lembaran kertas, mampukan aku 
tuk memberi warna di lembaran hidup manusia lain
ALLAH, aku percaya..bahwasanya bukan seberapa panjang usia, tapi seberapa bermaknanya hidup kita…dan hanya Engkau yang mampu menuntun ku mengisahkan hidup ini dengan ridlo Mu…

Terimakasihh untuk semua do'a yang terucap, semoga segala do’a yang terpanjat untuk ku, Kau perkenankan untuk diijabah dan mimpi-mimpi dalam peta hidup ku bisa terwujud dengan ridlo Mu, Yaa Rabb :)
Fabiayyi ‘alaa irobbikumaa tukadzibaan
Love,
R C D

Great moment, Valedictorian Speech, I ❤ UNDIP


.




 Sampaikan mimpi mu pada Allah! Itu yang aku percaya, dan itu yang beberapa kali bahkan sering terjadi pada ku…karena aku benar-benar membuktikannya.

delivering Valedictorian Speech
AGUSTUS, begitu banyak cerita terukir disini. Salah satunya satu cerita yang benar-benar tak pernah ku sangka sebelumnya. Siapa yang tak bangga menjadi wakil wisudawan universitas?
Dulu, saat wisuda sarjana ku, masih teringat jelas saat itu aku duduk di barisan terdepan -cumlaude- bersama wisudawan-wisudawan terbaik dari fakultas lain. Aku duduk di no.16 di jajaran cumlaude jurusan ku. Saat itu, itu pun sudah membuat ku sangat bersyukur dengan pencapaian itu. Aku cukup bangga bisa mewujudkan impian Ibu-Paph yang satu itu. Saat itu juga, aku hanya duduk seperti ratusan mahasiswa lainnya mendengarkan perwakilan wisudawan terbaik menyampaikan sambutannya. Tapi ada satu hal yang terbesit kala itu, saat semua orang di Gedung Prof.Soedarto itu sibuk dengan suka cita dan terpana mendengarkan sambutan wisudawan itu, aku mencari kesibukan sendiri…aku sibuk berkomunikasi pada Dia. Ya, Dia adalah ALLAH SWT. Dalam imaji ku, aku sibuk berangan dan bertanya “Allah, apa aku bisa berdiri disana seperti dia?” Itu saja, aku hanya berani berangan dan bertanya, saat itu aku bahkan terlalu pengecut untuk meminta lebih pada Allah.
1 tahun berlalu…selama itu, aku menempuh tour profesi ku untuk kembali ke Gedung itu lagi…
Yeaahh…I’ve done! Dan 30 Agustus 2013 kembali menjadi hari bersejarah bagi ku dan yang lain.
Tapi benar-benar tak ku sangka, ya tak pernah! Hari itu, saat gladi wisuda UNDIP nama ku terpilih menjadi wakil wisudawan terbaik untuk memberikan sambutan saat wisuda nanti. Aku bukan mahasiswa super dengan serentetan prestasi, aku bukan mahasiswa yang study oriented, aku juga bukan mahasiswa yang pandai berorasi atau sering berpidato didepan khalayak. Padahal waktu itu wisuda ku berbarengan dengan para Doktor, Magister, Dokter Spesialis, dan Sarjana lainnya, tapi KENAPA AKU?? Antara senang, bangga, dan super cemas!
Hari itu sudah H-3, dan aku belum siap apa pun… -_-
H-3, disaat teman-teman yang lain sibuk menonton film, jalan-jalan atau hiburan lain, aku justru  sibuk didepan laptop seharian...mencoba mengumpulkan feel dan mood buat merangkai kata untuk sambutan itu, mulai dari buka-buka tiap berita di www.undip.ac.id dan situs UNDIP lainnya, baca-baca sejarah Pangeran Diponegoro, nelaah visi-misi UNDIP sampe nyanyi-nyanyi lagu Hympe Universitas Diponegoro dan Totalitas Perjuangan Mahasiswa biar semangat.
H-2 disaat teman-teman yang lain sibuk menyiapkan pernak-pernik rias wisuda, aku justru sibuk konsul-konsul ke kampus nemuin Dosen-dosen yang super (Pak Agus, Bu Niken, Pak Nur, Mbak Dyah), sibuk cek email nunggu balasan konsul, sibuk revisi, baca, revisi lagi dan baca lagi.
H-1 disaat yang lain pengen cepet-cepet besok, aku justru pengen jam berputar lebih lambat… I have to do exercise!

Dan, 30 Agustus 2013 pukul 07.00 WIB pun tibaaa….Wisuda Universitas Diponegoro ke-131
Sambutan Wakil Wisudawan pada Wisuda UNDIP ke-131
Euforia itu semakin terasa…ritme cardio ku pun rasanya semakin tak karuan…
Siapa yang tak bahagia duduk di bangku khusus terdepan? Siapa tak  bangga berdiri di podium tempat “orang-orang hebat” itu? Siapa yang tak bangga menyampaikan sambutan & ucapan terima kasih mewakili seluruh wisudawan dan didepan ribuan orang? Sekali lagi, itu semua belum pernah terbayangkan…

Pertanyaan “Apakah aku pantas?” masih sering muncul di otak ku, tapi aku belajar banyak hal dalam waktu yang se-singkat itu. Seperti yang Paph ku sampaikan, “Yang dihadapi nanti, mereka semua kan juga sama manusia, jadi cukup tenang..santai, gak ada yang susah, PASTI BISA", juga yang Dosen ku (Pak Agus) sampaikan, “Gak perlu jadi Soekarno atau yang lain, tapi JUST BE YOUR SELF. Kamu yang tau kamu seperti apa".
Dan, aku belajar memantaskan diri, bismillah….just be my self   >.<
± 10 menit aku melawan segala kelemahan diri. Dan tak ku sangka, ku pandang semua penjuru, mereka semua tertuju mendengarkan barisan kata ku, aku mulai bersahabat dengan suasana dan keadaan. Riuh tepuk tanggan pun beberapa kali sampai di gendang telinga ku. Yeeaahh….I’ve well done!
Tak ku sangka lagi, aku kembali ke kursi ku dengan riuh ucapan selamat dari teman-teman, bahkan beberapa mengatakan sampai menangis dan terharu karna sebuah paragraph ku tentang terima kasih untuk orang tua, teman-teman menyebut-nyebut beberapa baris kata ku. Saat sambutan Rektor pun, beliau menyebut-nyebut dan mengulang beberapa kata-kata ku. Ucapan selamat pun terus bergaung baik lisan, telepon, sms bahkan di media-media social. Alkhamdulillah…adalah bahagia tiada kira saat bisa melakukan hal bahagia dan membahagiakan orang lain.
Ns. Rizki Cintya Dewi, S.Kep
Tersadar, aku yakin dan percaya bahwa segalanya itu mungkin jika Allah yang berkehendak.
KUN FAYAKUN –Jadilah, maka jadialah ia-

Teman, jadilah hebat di takdir kita masing-masing…
Jangan pernah merasa tak pantas pada suatu hal, karna ALLAH Maha Tau seberapa pantas kamu, dan kamu yang paling tau seberapa sukses kamu bisa melakukan itu.

Saat orang lain disibukkan dengan suka cita, ingatlah ALLAH, sibukkan rasa ‘hanya aku dan Allah’, lalu sampaikan imaji bahkan mimpi mu…dan buktikan moment terbaik itu akan tiba dengan rencana indah Nya… *RCD

Terimakasih ALLAH, atas nikmat Mu yang sempurna, bahkan tanpa ku minta…
Ibu, Ibu, Ibu & Paph, Cemara ku (Mba Ayu, Mas Dody, Icha, Cilla), Dosen-dosen dan teman-teman PSIK UNDIP, keluarga kost 138 atas doa dan semangat yang selalu tercurah…
Almamater UNDIP tercinta,
Ini adalah setitik dedikasi ku, ku persembahkan untuk kalian……

Semoga bisa menjadi berkah dan menginspirasi ^_^

"Ns." - NERS, persembahan ku, untuk mereka-


.



alkhamdulillah :)


Alkhamdulillah… rasa dan ucap syukur itu tak pernah henti atas penjagaanNya -ALLAH- yang sempurna dalam proses ini…
1 tahun menempuh tour profesi itu bener-bener gak mudah.
Mungkin karna dari awal udah denger cerita-cerita yang gak enak dari para kakak tingkat..katanya profesi itu tugasnya banyak? Profesi itu cape? Profesi itu gak ada waktu libur? Profesi itu banyak yang gak kuat? Wuaahh…jadi punya bayangan yang aneh-aneh kan -_-
tapiiii…sekarang aku malah pengin bilang HOW AMAZING THE PROFESSION CLINICAL PRACTICE TOUR!!
^_^ aku sangat sangaaattttt menikmatinya, suerr…

Dari awal aku cuma berharap bisa melalui tahap Profesi ini dengan lancar, sehat dan lulus tepat waktu. Itu aja. Cuma itu do’a ku ke Allah.
Aku juga bilang ke Ibu & Paph, jangan terlalu berharap dengan nilai/ IPK yang bagus di Profesi ini..karna jujur aku ngejalanin Profesi ini dengan susah payah memupuk tiap semangat yang tersisa ddan mencoba menikmati tiap prosesnya.

Tapi ternyata kalo ALLAH udah punya kehendak, aku makhluknya bisa berbuat apa? WHAT A GREAT SURPRISE IT IS!! ^_^


Penyerahan penghargaan Ners Baru Terbaik

Penandatanganan Bukti Angkat Sumpah Ners
Alkhamdulillah…aku meraih gelar “Ns.” itu dengan gelar NERS BARU TERBAIK.
Tak menyangka sungguh! Padahal aku bukan mahasiswa yang study oriented, aku pun ngerjain tugas dengan sisa-sisa semangat, lelah dan males pun sering banget menginfeksi proses ini…

Dan karna itu, aku diamanahkan untuk menjadi perwakilan wisudawan terbaik yang memberikan sambutan saat Angkat Sumpah Ners nanti. Alkhamdulillah.. ^_^

Oh yaa…ini memang pengalaman ke-2 ku memberikan sambutan wisudawan terbaik, jadi mungkin gak se-nervous pas wisuda universitas kemarin. Tapi tetep aja, karna kali ini disaksikan oleh Dosen-dosen PSIK ku dan orang paling penting dalam hidup ku –Ibu & Paph- :)

sambutan wakil wisudawan terbaik
Saat aku menyampaikan sambutan, akupun mengamati tiap titik wajah ke semua penjuru…Kaget! Aku liat Paph menangis mengusap matanya saat aku menyampaikan sambutan dan ucapan terimakasih itu. Paph yang super tegas dan tegar, tak pernah ku lihat Beliau menangis terharu seperti itu. Subhanallah..
Dan Ibu, saat prosesi selesai Ibu langsung menghampiri ku dan mengucapkan “AllahuAkbar! Selamat yaa nok, terimakasih sekali” dengan haru dan mata berkaca-kaca. MasyaAllah..

Ucapan selamat pun juga datang dari Dosen-dosen dan teman-teman ku...
TERIMAKASIIIHH Yaa Rabb…atas nikmat Mu yang luar biasa PERFECT ^_^

Persembahan ku untuk Ibu & Paph
Jika Kau beri nikmat, maka aku pun berpikir. Yaa..aku ingat-ingat lagi, hidup itu proses sebab-akibat, semua nikmat ini pastilah ada banyak sebab dibaliknya..Yaa… I got the point! Yang ku raih ini tentulah tak lepas karna do’a-do’a yang luar biasa dari Ibu, Paph dan Cemara ku. Do’a yang dasyat dari pasien-pasien ku dan “jejak langkah kaki dan tetes airmata ku” yang hanya Aku-Allah yang tahu. Dan aku juga ingat, dulu waktu akan memulai Profesi ini, aku bersilaturakhim ke Ustadz ku (Ust.Abdullah) dan waktu itu aku diberikan ijazah do’a:

رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا
Artinya: “Ya Tuhanku, masukkanlah diriku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan aku ke tempat keluar yang benar dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong” ( Al Isra (17):80)

Itulah yang sering aku panjatkan, agar aku masuk dan keluar dengan cara yang benar dengan cara Nya, karna aku percaya bahwa kekuatan do'a melebihi segala ikhtiar.
Jika ALLAH telah berkehendak, "kun fayakun" -jadilah, maka jadilah ia-



Congrats para Ners baru.. ^_^


Tanggung jawab selanjutnya telah menanti ku lagi...
Semoga aku bisa menjadi Ners yang amanah dan bisa terus berkarya dengan ridlo Mu, Ya Rabb...
Semoga Engkau amanahkan tangan-tangan ini untuk menolong mereka -pasien-, Engkau jaga ilmu-ilmu ku agar manfaat, dan Engkau percayakan kembali agar hamba mampu menorehkan prestasi dan karya nyata untuk Mu, Agama ku, orang-orang disekeliling ku, Profesi ku, dan semuanya...
inilah setitik alur cerita yang akan ku banggakan kelak...
Bi'idznillah ^_^